Talkshow Inspiratif Harlah ke-16 Sekolah Bumi Kartini, Mbak Rerie Tekankan Transformasi Pendidikan

Ditulis oleh admin, dipublikasi pada 2 May 2026 dalam kategori Ruang Kegiatan

Jepara, 2 Mei 2026 – Sekolah Bumi Kartini menggelar Talkshow Inspiratif bersama Wakil Ketua MPR RI, Lestari Moerdijat atau yang akrab disapa Mbak Rerie, Sabtu (2/5), di lingkungan sekolah setempat. Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Harlah ke-16 Sekolah Bumi Kartini sekaligus momentum Hari Pendidikan Nasional.

Mengusung tema “Spirit Kartini: Menguatkan Peran, Menyalakan Perubahan – Dari Kolaborasi Menuju Transformasi”, kegiatan ini dihadiri unsur yayasan, guru, orang tua, serta siswa.Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Bumi Kartini, Dr. H. Nur Rohman, S.Pd., M.Si., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Mbak Rerie yang turut membersamai perjalanan 16 tahun Sekolah Bumi Kartini. Ia menegaskan bahwa perjalanan tersebut tidak lepas dari kontribusi berbagai pihak, mulai dari siswa, guru, orang tua, hingga pengurus yayasan. “Semangat perubahan dan pertumbuhan terus menjadi ruh dalam perjalanan sekolah ini. Ke depan, kami berkomitmen menjadi pusat pendidikan unggul yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga dalam nilai dan budaya,” ujarnya.

Dalam sesi talkshow, Mbak Rerie menyampaikan bahwa pendidikan merupakan kunci utama dalam membangun peradaban sekaligus memerdekakan manusia. Ia menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak—tidak hanya pendidik, tetapi juga orang tua dan siswa—dalam mewujudkan transformasi pendidikan. Menurutnya, sekolah ideal adalah sekolah yang terus belajar. Konsep tersebut sejalan dengan gagasan “The School that Learns” yang dipopulerkan Peter Senge dalam The Fifth Discipline, yang menempatkan sekolah sebagai organisasi pembelajaran yang adaptif dan kolaboratif.Ia juga menyinggung perannya sebagai Ketua Yayasan Sekolah Sukma Bangsa yang mengusung semangat pendidikan terbuka dan inklusif, serta pentingnya membangun pola pikir sebagai fondasi utama dalam menghadapi tantangan pendidikan ke depan. “Transformasi tidak hanya pada siswa, tetapi juga seluruh sumber daya di dalamnya. Sekolah harus menjadi ruang belajar bersama, termasuk ruang untuk melakukan kesalahan sebagai bagian dari proses belajar,” tegasnya. Mbak Rerie juga mengapresiasi lingkungan Sekolah Bumi Kartini yang dinilai telah menghadirkan suasana belajar yang nyaman, terbuka, serta memiliki wawasan global dan menghargai keberagaman.

Ketua panitia kegiatan, Aufal Hadaya, menyampaikan bahwa talkshow ini menjadi momentum refleksi sekaligus penguatan semangat kolaborasi. Sementara itu, guru Sekolah Bumi Kartini, Khoiril Anam, menuturkan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan inspirasi dan motivasi, tetapi juga menjadi sarana recharge bagi para guru. “Talkshow ini menyegarkan kembali semangat kami sebagai pendidik untuk terus belajar, berkolaborasi, dan bertransformasi,” ujarnya. Menutup sesi talkshow, Mbak Rerie mengutip semangat Kartini bahwa pendidikan adalah pusat perubahan.“Perubahan baru bisa terjadi ketika kita mampu membangun kerangka berpikir yang tepat. Kartini telah menempatkan pendidikan sebagai fondasi utama dalam menghadirkan perubahan,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat komitmen seluruh elemen pendidikan dalam menghadirkan perubahan yang berkelanjutan, sejalan dengan semangat Kartini yang terus relevan di tengah perkembangan zaman.(AW)